Showing posts with label sains. Show all posts
Showing posts with label sains. Show all posts

Wednesday, 15 May 2013

Dalam Tiga Dekade, Wajah Bumi Berubah Drastis


APJumeira Palm Island di Dubai
 — Google merilis animasi yang menunjukkan perubahan drastis wajah Bumi dalam tiga dekade. Animasi dibuat berdasarkan data satelit Landsat, bekerja sama dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Badan Geologi AS (USGS), dan TIME.

"Hari ini, kita membuka kemungkinan bagi Anda untuk kembali ke masa lalu dan mendapatkan perspektif sejarah bagaimana tentang perubahan Bumi dari masa ke masa," kata Rebecca Moore, manager rekayasa Google, seperti dikutip Daily Mail, Minggu (12/5/2013).

"Bekerja sama dengan USGS, NASA, dan TIME, kami merilis citra Bumi lebih dari seperempat abad yang diambil dari antariksa, untuk kali pertama dikompilasi dalam format time-lapse interaktif. Kami percaya ini ialah citra perubahan Bumi paling lengkap yang bisa dinikmati publik," tambahnya.

Citra pertama menyuguhkan perubahan yang terjadi di Dubai. Pada tahun 1984, wilayah pantai Dubai masih alami. Namun, seiring pengembangan wilayah, kini ada pulau artifisial bernama Pulau Palem di kawasan pantainya. Tampak, wilayah sekitar pantai juga mengalami perkembangan properti pesat.

Dubai

Citra lain menyuguhkan gambaran yang memprihatinkan tentang kondisi Gletser Columbia di Alaska. Es terus menyusut. Di citra lain lagi, disuguhkan perubahan pada gurun-gurun di Arab Saudi yang kini teririgasi oleh air dari lapisan akuifer.


Columbia

Saudi Arabia

Deforestasi menjadi gambaran lain yang disuguhkan. Animasi Google menunjukkan bahwa wilayah hutan Amazon semakin menyusut akibat pembangunan jalan, penebangan, dan konversi hutan menjadi lahan pertanian.

Brazil
Animasi Google juga menunjukkan mengeringnya Danau Urmia di Iran. Pemerintah Iran menunjuk perubahan iklim sebagai penyebabnya. Sementara itu, kritikus Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa mengeringnya danau adalah akibat pembangunan dam.


Lake Urmia

Terakhir, animasi Google juga menunjukkan apa yang terjadi di kota-kota besar dunia. Google mengambil contoh Las Vegas. Animasi menyuguhkan gambaran ledakan populasi manusia dan dampaknya pada perubahan wajah kota.


Las Vegas

Animasi mulai digarap tahun 2009 saat Google bekerja sama dengan USGS. Google memilih citra terbaik dari 2.068.467 gambar hasil pencitraan Landsat yang kapasitas totalnya mencapai 909 terabit.

Pihak Google mengungkapkan, animasi yang dirilis tidak hanya mengagumkan. Diharapkan, animasi bisa membuat manusia berpikir tentang apa yang akan terjadi pada Bumi, bagaimana manusia hidup di masa depan, dan apa langkah yang harus dilakukan.

Wednesday, 27 March 2013

Jelajah Bulan Seolah Menjadi Astronot Misi Apollo


Roberto BeltraminiPanorama lokasi pendaratan misi Apollo 16.
 - Berniat memunjukkan bahwa pendaratan misi Apollo di Bulan benar-benar nyata, astronom amatir Italia, Roberto Beltramini, membuat panorama 3D 360 derajat lokasi pendaratan misi Apollo 16.

Panorama Apollo 16 yang dihasilkan bisa dilihat di situs www.astrogav.eu. Panorama juga bisa diakses di Zoomify. Cukup dengan mengambil kacamata 3D, maka pemandangan lokasi pendaratan Apollo 16 bisa dinikmati secara interaktif.

Awalnya, Beltramini hanya berniat membuat analyps 3D. Namun, begitu mulai mengerjakan, rupanya ia terus bekerja, tak ingin berhenti. Jadilah kemudian panorama 3D 360 derajat Apollo 16 pertama di dunia ini.

Pembuatan panorama ini menemukan beberapa kesulitan. Salah satunya, foto-foto yang diambil oleh astronot John Young dan Charlie Duke saat pendaratan tak secara khusus ditujukan untuk pembuatan panorama ini.

"Untuk menyelesaikan persoalan ini, saya harus menyesuaikan gambar dengan program grafis, meliputi cropping, mengubah ukuran dan membersihkan noda dan goresan yang muncul dari scan foto aslinya," kata Beltramini seperti dikutip Universe Today, Selasa (6/11/2012).

"Hal lain yang mengganggu adalah tanda silang hitam yang ditempatkan dalam interval tertentu pada foto yang diambil pada misi Apollo, yang harus saya hapus satu per satu agar tak mengganggu citra 3D yang dihasilkan," lanjutnya.

Panorama berhasil diciptakan setelah beragam kesulitan itu diciptakan. Panorama ini membuat siapapun merasa menjadi astronot yang mendarat di Bulan dan mengamati pemandangan di sekitarnya.
Apollo 16 adalah misi ke 4 Apollo. Misi diluncurkan pada 16 Juli 1971 dan astronot kembali dari misi pada 7 Agustus pada tahun yang sama.
Sumber :

Beginilah Cara Astronot Memasak di Antariksa


CSA ASCChris Hadfield, astronot NASA, menunjukkab cara memasak bayam di luar angkasa.
 — Puluhan astronot telah dikirim ke luar angkasa sejak empat dekade lalu. Namun, bagi kita semua para awam, antariksa tetap suatu lingkungan yang sulit dibayangkan. Bagaimana harus hidup di luar angkasa?

Astronot Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Chris Hadfield, yang kini tengah berada di International Space Station (ISS), menunjukkan betapa hidup di luar angkasa berbeda, tetapi sekaligus biasa saja.

Hadfield menunjukkan keseharian hidup di luar angkasa. Dalam video terbaru, ia unjuk gigi bagaimana menjadi chef di luar angkasa. Ternyata, memasak di luar angkasa tak serumit di Bumi. Di sana, memasak bagai menyulap.

Dalam video pertama, Hadfield menunjukkan cara memasak bayam. Tak perlu seperti di Bumi di mana bayam harus dicuci, direbus dengan air mendidih selama beberapa saat, dan memerlukan bahan bakar atau listrik untuk memasaknya, di luar angkasa, modalnya cukup bayam kering dan air.

"Untuk menyiapkan bayam, cukup sambungkan dengan saluran distribusi air, pilih jumlah air yang diinginkan dan tekan tombol," katanya seperti dikutip Space.com, Selasa (26/3/2013).


Dalam video lain, Hadfield menunjukkan bagaimana cara membuat sandwich selai kacang dan madu, menu yang mungkin nikmat untuk sarapan dan diminum bersama kopi.

Hadfield mengungkapkan, beberapa penyesuaian harus dilakukan. Sandwich tidak dibuat dari roti, tetapi tortilla. Tortilla bisa awet 18 bulan di luar angkasa.

Mengapa tak memakai roti? Hadfield menjawab, roti biasanya menghasilkan remah-remah. Di Bumi, remah-remah roti akan jatuh ke lantai dan mudah dibersihkan. Namun, di luar angkasa, remah-remah akan melayang.

Cara membuat sandwich kacang ternyata sama saja. Cukup ambil tortilla dari kemasan, kemudian mengoleskan selai kacang dan madu.


Hadfield menunjukkan hal unik. Madu dalam kemasan biasanya memiliki gelembung. Di Bumi, gelembung biasanya berada di bagian atas. Namun, karena tak ada gravitasi, gelembung menyebar ke seluruh kemasan madu.

Mungkin, perlu sedikit hati-hati bila memasak di luar angkasa. Pisau dan gunting tak bisa sembarang diletakkan. Barang-barang akan melayang dan pisau bisa saja menusuk bagian mana saja dari tubuh. Benda tajam bisa diletakkan di saluran yang punya kekuatan mengisap. Mau mencoba memasak di luar angkasa? Jadi astronot dahulu.

Keindahan Siput Telanjang dari "Dunia Lain" Terungkap


Franco BantiNudibranch
 - Salah satu pesona yang terdapat di dasar laut adalah Nudibranch atau siput telanjang. Golongan mollusca yang tak bercangkang ini tampak seperti makhluk dari dunia lain, berbeda dengan keseharian manusia.

Foto yang diambil dari berbagai perairan termasuk Indonesia mengungkap bahwa makhluk ini ternyata memiliki ragam warna dan bentuk yang memukau.

Nudibranchs shed their shells during the larval stage to reveal these multi-coloured exteriors
Nudibranchia kehilangan cangkang sejak fase larva dan berkamuflase sebagai strategi perlindungan diri


It is believed the soft-bodied marine molluscs have evolved their unique anatomy to warn off predators
Warna-warni Nudibranchia berfungsi memperingatkan predator agar tak memakannya

Nudibranch berasal dari bahasa Latin ‘nudus’ yang artinya telanjang, dan Yunani ‘brankhia’ berarti insang. Hewan ini memang memiliki insang yang pada kebanyakan jenis terpapar di permukaan punggung mereka.

Para peneliti percaya, warna-warni Nudibranch adalah bentuk evolusi, sebuah bentuk kamuflase sehingga bisa menghindari menghindari pemangsa. Warna mungkin juga merupakan contoh aposematisme, berfungsi memperingatkan pemangsa bahwa mereka mungkin beracun untuk disantap.

Bukan cuma Nudibrach dewasa yang berwarna-warni, tetapi juga telurnya. Ada telur berwarna merah, pink, oranye dan sebagainya.

These images were taken in waters surrounding Indonesia, the Philippines and Papua New Guinea, as well as the Mediterranean Sea and Red Sea
Nudibracnchia dijumpai di beragam perairan di dunia, termasuk Indonesia


 Sea slugs Sea slugs
Nudibranch berarti insang telanjang.

Beberapa jenis nudibranch diketahui memiliki racun yang kuat, mampu melumpuhkan pemangsa mereka. Jenis lainnya bisa mengeluarkan zat asam dari kulit mereka saat mereka merasa terganggu. Sebagian siput laut mendapatkan racun dari sponge yang dimakan tetapi sebagian memproduksi sendiri.

Sebaran nudibranch  di lautan dunia sangat luas. Mereka bisa ditemukan di lautan tropis sampai Antartika.

Nudibranch juga dapat ditemukan di berbagai tipe substrat seperti batuan, rumput laut, sponge, koral dan berbagai jenis substrat lainnya. Selain itu, mereka juga mampu hidup pada berbagai tingkat salinitas. Variasi ukuran dan jenis terbanyak ada di perairan yang hangat dan dangkal.

Karena luasnya rentang toleransi dan sebaran mereka, diperkirakan jenis siput laut telanjang yang telah teridentifikasi di seluruh dunia mencapai lebih dari 3.000 jenis.


One theory is that the colourful exterior is a form of aposematism - a warning to predators that they could be poisonous
Beberapa jenis Nudibranch mampu menghasilkan racun



There are thought to be around 3,000 different species of nudibranchs in our oceans
Kurang lebih ada 3000 jenis Nudibranch di dunia.



Some species get their toxicity from the sponge they eat but others can produce it themselves

Beberapa spesies Nudibranch hanya mampu "mencuri" racun dari sponge



 Another defence tactic is for nudibranchs to release acid from their skin
Beberapa jenis Nudibranch mempertahankan diri denganmengeluarkan zat asam

They can be found crawling over rocks, seaweeds, sponges, corals and many other substrates
Nudibrach bisa hidup di beragam substrat, mulai batu hingga rumput laut



 Even sea slug eggs can be red, pink, orange or any other colour depending on the species
Bahkan, ada siput laut telanjang yang berwarna pink

Inilah Wajah Kota-kota Dunia Dilihat dari Luar Angkasa


NASAWajah kota Liege, Belgia

 — Keindahan sebuah kota ternyata tak hanya tampak pada gedung-gedung megah dan aneka landmark yang dimiliki kota tersebut. Tata kota dan tata lampu sebuah kota juga merupakan obyek yang menarik dan indah, apalagi bila dilihat dari udara.

Beberapa foto yang sangat indah dan mengagumkan bertemakan kilau cahaya di kota besar berhasil diabadikan oleh 33 orang kru NASA yang ikut dalam ekspedisi di stasiun luar angkasa, International Space Stasion (ISS).

Foto-foto ini diambil dari ketinggian 240 mil (386,24 km) dari permukaan Bumi, saat stasiun luar angkasa sedang berputar mengelilingi Bumi.

Para astronot itu memotret hamparan beberapa kota besar di dunia, mulai dari Baltimore, Maryland, hingga pesisir Tokyo.

Dari foto-foto yang ditampilkan, tampak karakteristik khas dari tiap-tiap kota. Sebagai contoh, kota yang ada di pesisir memiliki cahaya paling padat, khususnya di daerah tepian air. Ciri ini berbeda dengan kota yang pembangunan besar-besarannya baru dilakukan seperti Kuwait, pola yang tampak seperti jala.

Berikut ini beberapa foto hasil karya astronot NASA yang dilansir oleh Daily Mail, Minggu (24/3/2013).

The biggest little city in the word: Reno, nestled in the foothills of the Sierra Nevada, as seen from the International Space Station
Reno, terletak di kaki bukit Sierra Nevada, dilihat dari International Space Station
By the sea: The city of Porto (left) and Vila Nova de Gaia (right) astride the Douro River on the northwestern coast of Portugal
Kota Porto (kiri) dan Vila Nova de Gaia (kanan) yang terletak di sekitar Sungai Douro.
Miles below: Crew on the space station took this picture of Cleveland, Ohio, flying at an altitude of approximately 240 miles
Cleveland, Ohio


 London calling: Astronaut Chris Hadfield took this photograph of the British capital
London
 Sparkling: A nighttime view of Istanbul, Turkey with the Bosporus strait separating the two halves of the city
Istanbul, Turki dengan Terusan Bosporus

 Intricate: The north west side of Tokyo Bay in Japan. The mammoth city has a population close to 13million
Tokyo, Jepang
 World web: Liege in Belgium sprawls out into the darkness of the surrounding countryside like a spider's webb
Liege, Belgia

 Little Italy: The county's boot-like shape and nearby Sicily as seen from 240 miles above ground
Sicily, Italia
 Eastern delight: A nighttime view of Kuwait City with its neat urban planning. The metropolitan area has a population of two and a half million
Kuwait City
 Pretty as a picture: A view of Baltimore, Maryland. The city is situated on the mid-Atlantic coastline along the terminus of the Patapsco River into Chesapeake Bay
Baltimore, Maryland.
 On the grid: Shenyang on China at night with the smaller city of Sujiatun (pictured left)
Shenyong, China
Sumber :
Editor :
yunan

Thursday, 1 November 2012

Asal Usul Kemampuan Bernafas Manusia Terungkap



Ilmuwan dari Universitas Alaska di Fairbanks berhasil mengungkap proses evolusi atau asal usul vertebrata, termasuk manusia, hingga bisa memiliki kemampuan bernafas. 

Hasil penelitian tersebut dipresentasikan di pertemuan tahunan Society for Neuroscience pada Rabu (17/10/2012) di New Orleans, Amerika Serikat. 

Michael Harris, pimpinan tim peneliti, mengungkapkan, "Untuk bernafas dengan paru-paru, Anda butuh lebih dari sekedar paru-paru. Anda perlu jejaring saraf yang peka terhadap karbon dioksida."

Menurut Harris, jejaring saraf itulah yang membuat manusia atau golongan vertebrata lain mampu menghirup oksigen yang kemudian diubah oleh sel menjadi energi serta mengeluarkan karbon dioksida sebagai sisa metabolisme.

Proses evolusi kemampuan bernafas manusia dan vertebrata lain tak lepas dari perkembangan jejaring saraf yang peka karbon dioksida, yang oleh Harris disebut "generator irama".

Dalam penelitiannya, Harris mencoba mencari asal usul generator irama tersebut. Ia meyakini, kemampuan bernafas tidak berasal dari hewan yang sudah punya paru-paru tetapi yang memiliki generator irama.

"Kami mencoba meneliti contoh hidup hewan yang tak bernafas, seperti lamprey dan mencoba melihat bukti generator iramna yang bisa melakukan aktivitas selain pernafasan," kata Harris seperti dikutip Science Daily, Selasa (16/10/2012).

Lamprey merupakan jenis ikan primitif. Fauna itu tak punya paru-paru dan tak bernafas dengan mekanisme yang sama dengan vertebrata. Sebagai larva, lamprey hidup di lumpur. Sementara, oksigen dan makanan didapatkan dengan memompa air ke tubuhnya. Lamprey punya perilaku mirip batuk pada untuk membersihkan diri dari lumpur. Perilaku ini dikendalikan oleh pusat generator irama di otak.

"Kami berpikir bahwa perilaku batuk pada lamprey mirip dengan pernafasan pada amfibi," kata Harris.

"Ketika kami mengambil otak lamprey dan mengukur aktivitas saraf yterkait pernafasan, kami menemukan pola yang menunjukkan aktivitas pernafasan dan generator irama yang sensitif dengan karbon dioksida," sambung Harris.

Evolusi berjalan hingga kemampuan bernafas kemudian dimiliki oleh ikan. Dalam perkembangannya, terjadi evolusi yang memunculkan hewan darat, meliputi amfibi, reptil dan mamalia. Kemampuan bernafas pun terus berevolusi sesuai lingkungan yang dihadapi. Kemampuan bernafas manusia saat ini tidak terlepas dari proses panjang di belakangnya.


Badai 'Super' Sandy dan Perubahan Iklim



Gelombang besar menghantam sebuah dermaga di Atlantic City, New Jersey, Senin (29/10/2012), menjelang kedatangan Badai Sandy. Gelombang yang dipicu badai telah mencapai daratan dan air pun membanjiri wilayah permukiman di sekitarnya. Pemerintah di wilayah-wilayah yang menjadi jalur badai memperingatkan warganya bahwa bahaya badai tersebut "tidak bisa diperkirakan" dan memerintahkan warga masing-masing, dari wilayah New England sampai North Carolina, untuk mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan pemerintah.

Badai Sandy yang kini menghantam wilayah Amerika Serikat dikatakan tak biasa dan menjadi badai terbesar di AS dalam 100 tahun. Besarnya badai membuat beberapa pihak berpikir bahwa besarnya badai Sandy adalah dampak dari perubahan iklim. Benarkah?

David Robinson dari Rutgers University seperti diberitakan Livescience, Senin (29/10/2012), mengatakan, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa badai Sandy yang mulai terbentuk 22 Oktober 2012 di Karibia itu adalah dampak perubahan iklim. 

"Anda tak bisa mengambil satu peristiwa seperti ini lalu menghubungkannya dengan fenomena lain, kecuali memang ada kondisi-kondisi yang mengarah ke sana," kata Robinson yang juga pakar iklim di pemerintahan New Jersey.

Namun, Kevin Trenberth dari National Center for Atmospheric Research mengungkapkan, menghubungkan antara besarnya badai Sandy dan perubahan iklim cukup beralasan. Perubahan kondisi lingkungan memang memicu terbentuknya lebih banyak badai besar.

Siklon tropis atau badai terbentuk di wilayah tropis akibat panas di dekat permukaan laut. Diketahui, suhu laut meningkat 0,5 derajat celsius sejak seabad terakhir. Kenaikan suhu air laut meningkatkan kemungkinan pembentukan badai tropis.

Publikasi pada bulan September 2012 juga menunjukkan bahwa badai tropis yang terbentuk saat ini bergerak lebih cepat dari badai tropis 25 tahun lalu. Badai dapat mencapai kecepatan 208 km per jam, 9 jam lebih awal dari biasanya.

Trenberth mengatakan, dengan suhu air laut yang lebih hangat, kelembaban udara di lautan 4 persen lebih tinggi. Hal ini juga memicu terbentuknya badai tropis lebih banyak dari biasanya.

"Secara umum, kami memperkirakan bahwa hal itu meningkatkan risiko, bahwa intensitas badai dapat lebih besar, demikian pula curah hujan akibat dampak badai 5-10 persen lebih besar dari biasanya," kata Trenberth.

Trenberth pun mengatakan, ada tanda bahwa badai dengan kategori 3 atau di atasnya meningkat makin sering. Meski demikian, hal tersebut bisa terjadi karena variasi dari tahun ke tahun akibat El Nino.

Robinson mengungkapkan, belum bisa disimpulkan apakah badai Sandy terkait perubahan iklim. Namun, bahwa perubahan iklim dapat berkontribusi pada semakin besarnya dampak bencana tak dapat dielakkan.